frendyrusniady

Mei 4, 2014

KEADILAN

Filed under: my news — frendyrusniady @ 14:58

bismillah

KEADILAN

keadilan

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakan suku, keurunan, dan agamanya. Hakikat keadilan dalam Pancasila, UUD 1945, dan GBHN.
Keadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.

Pengertian dari beberapa ilmuwan, seperti :
 Menurut Aristoteles
1. Keadilan Komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasa yang dilakukannya.
2. Keadilan Distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dibuatnya.
3. Keadialn Kodrat Alam adalah memberi sesuatusesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita.
4. Keadilan Konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturang perundang-undangan yang telah diwajibkan.
5. Keadilan Menurut Teori Perbaikan adalah seseorang yang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar

 Menurut Plato
1. Keadilan Moral, yaitu suatu perbuatan dapat dikatakan adila secara moral apabila telah mampu memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajibannya.
2. Keadilan Prosedural, yaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah diterapkan.

 Menurut Thomas Hobbes
menjelaskan suatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan dengan perjanjian yang disepakati.

 Menururt Notonegoro
keadilan legalitas atau keadilan hukum yaitu suatu keadan dikatakan adil jika sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut saya, keadilan adalah keadaan yang sesuai. Sesuai dalam makna proporsional dalam kebutuhan. Sebagai contoh kita ambil dua orang anak sekolah dengan rumah bersebelahan, yang satu bersekolah di sebuah sekolah berjarak 500m dari rumahnya, dan yang satu lagi bersekolah yang berjarak 5km dari rumahnya. Bila kedua anak tersebut sama-sama diberi uang saku sejumlah Rp 10.000,00 maka rasanya tidak adil, karena anak yang sekolahnya lebih jauh tentunya membutuhkan ongkos perjalanan yang menyebabkan uang jajannya berkurang. Dan yang terjadi pada dunia kerja sekarang ini, ijazah sarjana biasanya mendapatkan jumlah gaji yang lebih besar daripada ijazah SMA. Begitu pula seorang petani tidak akan cocok untuk menggarap sawahnya bila memakai pakaian jas ala pejabat. Maka keadaan keadilan tidaklah selalu merujuk pada kesamaan, tetapi adil adalah proporsional dengan kebutuhan. Adil tidak selalu berarti sama.

images 11

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: